Penyakit Lupus

penyakit lupusPenyakit Lupus adalah penyakit yang menyerang jaringan ikat dan pembuluh darah sehingga berdampak sangat luas meliputi banyak organ tubuh. Umumnya timbul kelainan berupa ruam-ruam pada kulit, khususnya pada bagian wajah sehingga penampilan penderita yang digambarkan mirip dengan “lupus” atau “srigala”. Banyak hal yang masih belum dipahami mengenai penyakit lupus ini terutama dalam hal pencegahan dan pengobatannya.Namun dengan memahami gejala dan tanda-tanda dini, dampak kerusakan akibat penyakit ini dapat diperkecil.

Lupus dibagi menjadi 2 kelompok besar yaitu Lupus Eritematosus Sistemik (LES/SLE) dan Lupus Eritematosus Diskoid (LED) . LES sesuai dengan namanya “sistemik”, dapat menyerang seluruh organ tubuh terutama organ dalam (otot,liver,ginjal, jantung, dll) dan persendian, 50% penderita mengalami nefritis (radang ginjal). Umumnya akut dan dapat berakibat fatal. Sedangkan LED hanya terbatas menyerang pada kulit dan agak jarang pada mukosa. LES lebih sering kelainan pada mukosa sedang pada LED kelainan dominan pada kulit.

Lupus tergolong penyakit Auto Imun (reaksi imunologis yang merusak jaringan ikat kulit, mukosa atau pembuluh darah). Faktor-faktor yang dapat memicu timbulnya lupus antara lain factor infeksi (virus), factor hormonal, trauma fisik, factor lingkungan yang ekstrim (suhu ekstrim dingin/panas), sinar matahari (UV), faktor stress (fisik/emosional) & genetic.

Riset terhadap LES, ditemukan bahwadalam serum darah penderita terdapat faktor yang dapat meningkatkan produksi oksigen-radikal. Beberapa pengamatan terhdadap penderita Lupus membutkikan ternyata Omega 3 dapat mengurangi inflamasi (peradangan).

Gejala

Kelainan pada kulit dan mukosa (selaput lender), sedang pada LES selain pada kulit dan mukosa juga terdapat kelainan pada organ tubuh lainnya seperti organ dalam (liver,ginjal) juga pada otot, sendi bahkan disertai gejala-gejala konstitusi (demam, lelah, berat badan menurun, dll). Kelainan pada kulit berupa bercak-bercak yang seringkali simetris, berbatas jelas (seperti pulau), timbul/meninggi (hipertrofi), kemerahan (eritema) dan akhirnya akan meninggalkan bekas cacat pada kulit berupa jaringan parut (sikatriks) yang menipis (atrofi), disertai kulit yang kasar dan kecoklatan dan pada beberapa tempat justru berwarna putih tidak berpigmen (vitiligo).

Lupus juga dapat merusak kulit kepala sehingga menyebabkan kerusakan pada akar rambut dengan akibat kebotakan yang permanen. Pada hidung, jaringan parut yang terbentuk akan menyebabkan hidung tertarik sedemikian rupa sehingga menyerupai paruh burung kakak tua. Demikian pula dengan telinga menimbulkan perubahan bentuk (distorsi). Kelainan pada mukosa seperti bibir, mulut, hidung bagian dalam, vagina bahkan pada mata menimbulkan tukak (ulkus) dan sembuh dengan membentukj jaringan parut.

Saran

  • Hindari kontak sinar matahari langsung, (antara jam 8.30 – 15.00) karena akan memperparah penyakit.
  • Kurangi asupan lemak untuk meningkatkan penyerapan kalsium
  • Hindari sumber radikal bebas
  • Konsumsi antioksidan dalam jumlah memadai
  • Kurangi kelebihan berat badan (overweight/obesitas)
  • Perbanyak konsumsi buah dan sayut untuk mendapat sumber beta karoten, vitamin C alami dan zinc (tiram dan hasil laut lainnya) untuk meningkatkan system imun tubuh.
  • Minumlah sekurang-kurangnya 1,5 – 2 liter air/hari untuk memastikan ginjal berfungsi secara optimum

Jika Anda mengalami penyakit ini, produk yang dapat kami sarankan adalah:

Niwana SOD dengan dosis 3 X 2 sachet/hari diminum 1 jam sebelum makan. Fungsinya adalah sebagai anti radikal bebas sehingga serum darah kembali normal, menekan reaksi autoimun. Klik disini untuk informasi Niwana SOD

Vitayang Fish Oil + EPO dengan dosis 2-3 X 1 softgel/hari diminum setelah makan siang dan malam. Fungsinya adalah sebagai anti radang. Klik disini untuk informasi Minyak Ikan

Supergreen Food dengan dosis 2 X 7 tablet/hari . Berfungsi untuk regenerasi sel-sel mukosa. Klik disini untuk informasi Supergreen Food.

Klik disini untuk membaca testimoni tentang lupus